Article Detail

Persiapan Menghadapi Asesmen Nasional

"Sebagai seorang pendidik, kita harus bersikap proposional sesuai dengan konsep AKM," demikian ucap bapak Hary megawali pelatihan guru di lingkungan yayasan Tarakanita pada Selasa, 17 Novenber 2020 lalu. Pelatihan guru diikuti oleh guru SD, SMP, SMA, dan SMK Tarakanita nasional dengan menghadirkan nara sumber Dr. Bagus Hary Prakoso, M, A dari pusat asesmen dan pembelajaran balitbang kemendikbud dan dimoderatori oleh Bonifasius Bambang Sudarmono, kepala divisi pendidikan wilayah Tangerang. Meskipun pelatihan kali ini diselenggarakan secara virtual namun tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti pelatihan, hal ini tampak dari dinamika yang cukup tinggi dalam proses pelatihan utamanya pada sesi tanya jawab.

Pada bagian awal peserta diajak melihat fenomena umum ketika pendidik menghadapi AKM. Fenomena-fenomena itu adalah: pengganti dan minset ujian nasional, fokus pada pembuatan soal, fokus pada satu kompetensi, kurang biasa berpikir kritis, kurang kreatif membuat dtimulus, wacana panjang lebih keren, kurang hobi membaca dan menulis, fokus AKM untuk siswa, fokus ke penilaian atau pembelajaran, mempersiapkan pelatihan HOTS, elakukan try out AKM dan lain-lain. Melihat fenomena-fenomena tersebut, seorang pendidik harus bersikap proposional, komprehensif, dan attainable sesuai dengan konsep AKM.

Selanjutnya ditegaskan bahwa AKM dilakukan bukan untuk menggantikan ujian nasional, melainkan untuk pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu pendidikan diukur dengan menggunakan 3 instrumen: asesmen kompetensi minimum (AKM) untuk mengukur literasi membaca dan numerasi diikuti oleh siswa kelas 5, 8 dan 11; survei karakter (SK) untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif oleh guru dan kepala sekolah; survei lingkungan belajar (SLB) untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah. Bapak Hary mengakhiri paparannya dengan memberikan contoh-contoh bagaimana cara menyususn soal AKM dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Pada akhir kegiatan ibu Yustin menyampaiakan bahwa akan segera dilakukan tindak lanjut atas kegiatan ini dan beliau juga mewakili lembaga mengucapkan terima kasih kepada bapak Hary atas kehadiran dan kesediaannya menjadi narasumber dalam pelatihan guru kali ini. Semoga dengan pelatihan ini para guru dan sekolah-sekolah Tarakanita semakin siap untuk mengikuti AKM demi pelayanan yang lebih baik. (fas)







Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment