Article Detail


Tuhan, Atap yang Memayungi Hidup Manusia


Rm. Agustinus Setyodarmono, SJ memberikan berkat untuk ubarampe yang akan dipasang di rangka atap. (Foto-foto: Willy Putranta)

Yogyakarta. Senin, 12 Januari 2026, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Stece) yang beralamat di Jalan Sabirin No. 1, Kotabaru, Yogyakarta menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Pemberkatan Pemasangan Rafter Atap Gedung yang dipimpin Rm. Agustinus Setyodarmono, SJ yang akrab disapa Rm. Nano.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, pemasangan kerangka atap (molo) ditandai dengan upacara munggah molo sebagai ungkapan syukur dan doa untuk keselamatan serta kesejahteraan.

Bagi keluarga besar SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, peristiwa ini menjadi momen untuk mewujudkan secara nyata keterlibatan sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda untuk menjadi pribadi-pribadi yang beriman, cerdas, berintegritas, dan berbelarasa.

Kepala SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Sr. Pauletta CB mengungkapkan, “Satu tahun lalu kami Misa terakhir di tempat ini untuk mohon berkat sebelum pindahan dan proses pembangunan gedung baru.”

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan pembelajaran untuk sementara dilaksanakan di Politeknik YKPN yang berlokasi di Jalan Gagak Rimang No. 2-4, Yogyakarta.

“Walau kami khawatir dan takut, tapi pada kesempatan hari ini iman kami semakin bertumbuh, harapan kami semakin bernyala. Pada siang hari ini, kita memohon berkat bagi proses pemasangan rafter atap gedung baru SMA Stella Duce 1 Yogyakarta,” lanjut Sr. Pauletta.


Ubarampe berupa bendera merah putih sebagai simbol pembangunan gedung adalah bentuk nyata cinta tanah air dan pengabdian untuk mendidik generasi bangsa.


Ia berharap seluruh proses selanjutnya berjalan dengan baik dan lancar sehingga harapan Yayasan Tarakanita untuk semakin dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi para putri di seluruh Indonesia sungguh segera dapat terwujud.

Kepala SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Sr. Pauletta CB mengungkapkan, “Satu tahun lalu kami Misa terakhir di tempat ini untuk mohon berkat sebelum pindahan dan proses pembangunan gedung baru.”

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan pembelajaran untuk sementara dilaksanakan di Politeknik YKPN yang berlokasi di Jalan Gagak Rimang No. 2-4, Yogyakarta.

“Walau kami khawatir dan takut, tapi pada kesempatan hari ini iman kami semakin bertumbuh, harapan kami semakin bernyala. Pada siang hari ini, kita memohon berkat bagi proses pemasangan rafter atap gedung baru SMA Stella Duce 1 Yogyakarta,” lanjut Sr. Pauletta.

Ia berharap seluruh proses selanjutnya berjalan dengan baik dan lancar sehingga harapan Yayasan Tarakanita untuk semakin dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi para putri di seluruh Indonesia sungguh segera dapat terwujud.

Sementara itu, Rm. Nano menyatakan, Perayaan Ekaristi ini menyadarkan dirinya dan semua yang hadir bahwa manusia hidup di dua dunia yang saling melengkapi, yakni dunia material dan dunia nonmaterial (spiritual).

“Dalam hal material kita butuh uang. Meski sekarang cashless, tapi tetap saja itu material, duit. Kita butuh duit, gedung, AC, dan sebagainya,” sebut Rm. Nano. “Tapi kita tidak cukup hidup dengan yang material, karena yang nonmaterial, spiritual atau apa pun sebutannya, itu juga penting.”


Harapan Yayasan Tarakanita untuk semakin dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi para putri di seluruh Indonesia segera dapat terwujud.

Pada pemberkatan pemasangan rafter atap gedung, kata Rm. Nano, lebih banyak berhubungan dengan yang spiritual. “Minta kekuatan spiritual supaya proses pembangunan yang material berjalan lancar, nggak ada korban, dan semoga tidak ambruk,” ujar Rm. Nano.

Menurut imam humoris ini, bangunan bisa ambruk karena material bernama manusia membiarkan spiritual yang jelek menguasainya. “Hari ini kita mohon rahmat spiritual supaya supaya energi Gusti Allah memberkati proses pembangunan. Lancar, nggak ada korban. Tak kalah penting, kita mohon berkat agar manusia yang doyan material ini, lebih membiarkan dirinya dipengaruhi oleh roh yang baik,” tegasnya.

Menjelang akhir Perayaan Ekaristi, ubarampe atau perlengkapan sesajen diberkati oleh Rm. Nano setelah sebelumnya dibacakan dan ditunjukkan  apa saja yang disediakan.

Ubarampe ini antara lain pisang setandan, batang tebu, padi, kelapa, kendi air, uang receh, untaian Rosario, tumpeng, bendera merah putih, kain putih, ingkung, bubur merah putih, janur, dom bolah (jarum dan benang),  buku tulis dan pensil, serta kembang molo dengan makna dan simbol tersendiri. Semua ubarampe itu lantas diperciki air suci dan didupai oleh Rm. Nano.

Ketua Pengurus Yayasan Tarakanita Sr. Brigitta CB mengatakan, dalam pemasangan rafter atap, yang utama dasarnya adalah Tuhan sendiri. “Secara material, atap itu berupa genteng dan baja, tetapi secara spiritualitas atap itu adalah Tuhan sendiri yang memayungi kehidupan kita, sebagai bentuk cinta kasih, yang selalu melindungi, menyertai dalam kehidupan, khususnya keluarga besar SMA Stella Duce 1 Yogyakarta,” ujarnya.


Sr. Brigitta CB memberikan potongan tumpeng kepada Kristian Prasetyo didampingi Sr. Pauletta CB (nomor tiga dari kiri).

Sr. Brigitta juga mengajak para guru dan karyawan sebagai pendidik untuk menjadi atap kehidupan yang dilandasi cinta kasih bagi peserta didik. “Sebagai atap yang mampu melindungi dan merawat seluruh komunitas Stece sehingga menjadi rumah yang aman, nyaman, penuh sukacita, dan gembira bagi peserta didik sehingga menjadi pribadi-pribadi cerdas dan berintegritas. Itu kuncinya,” pesannya.

Sementara itu, Kristian Prasetyo selaku Operational Director PT TATA Mulia Nusantara Indah bersyukur, selama proses berlangsung semua pekerja selamat. “Semoga hal-hal baik terus yang mendukung kita. Tanpa itu semua, rasanya kita tidak akan sampai di sini,” ucapnya.


Upacara munggah molo sebagai ungkapan syukur dan doa untuk keselamatan serta kesejahteraan.

Menurut Kristian, seluruh proses pembangunan berjalan tepat waktu. Maka, ia pun berharap selesainya juga tepat waktu.  â€śTentu dengan gedung baru, fasilitasnya keren-keren, kami, PT TATA, merasa bangga bisa membangun gedung Stella Duce ini. Saya ini orang Jogja. Rasanya semua orang Jogja tahu sekolah ini adalah landmark di tengah kota, di Kotabaru. Jadi, sungguh membanggakan,” ungkap Kristian.

Usai Perayaan Ekaristi, dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Sr. Brigitta dan diberikan kepada Kristian dan Rm. Nano. Setelah itu, dilanjutkan doa pemberkatan menaikkan molo oleh Rm. Nano yang dilangsungkan di lantai 5. Ubarampe lantas dinaikkan ke puncak rangka atap oleh para pekerja kontraktor dengan diiringi doa Salam Maria.



Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment