Article Detail

RAKORNAS 2017: Pendidikan Harus Menjawab Tuntutan Global.

                Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)  II di tahun ajaran 2016/2017,  dilaksanakan di Surabaya. Seperti pada rapat-rapat nasional sebelumnya, struktural semua wilayah –Kanwil Bengkulu, Kanwil Lahat, Kanwil Tangerang, Kanwil Jakarta, Kanwil Jawa Tengah, Kanwil Yogyakarta, Kanwil Surabaya  dan Stuktural Kantor Pusat hadir untuk berkoordinasi dalam upaya meningkatkan kualitas  pelayanan pendidikan .

                Suster Marie Yose, selaku Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) dalam pengantarnya menyampaikan beberapa hal penting. Pendidikan sekarang harus menjawab tuntutan global yang tampak  dalam realitanya, yakni; tuntutan kemampuan profesional, harga ekonomis, tuntutan tinggi terhadap kualitas produk, banyaknya pesaing (kompetitor) Pasar global, dan daya saing tinggi. Pendidikan Tarakanitapun tidak luput dari tuntutan- tuntutan tersebut di atas. Oleh karena itu, diperlukan semangant inisiasi, inovasi, konservasi. Tanpa itu, pendidikan Tarakanita tidak mampu menjawab tuntutan global, dan pada akhirnya tdak lagi bisa memberikan pelayanan penidikan terbaik untuk nak didik generasi bangsa. “Pendidikan kita haruslah pendidikan yang bernilai,” tandas Sr. Yose.

                Rakornas yang mengusung tema” Evaluasi OBSC 2016/2017, PenetApan Target KPI 2017/2018,” ini akan berlangsung dari tanggal 7-11 Februari 2017. Rakornas kali ini diharapkan menghasilkan Evaluas OBSC/i  Proker 2016/2017 disertai dengan usulan-usulan baik mengenai rumusan indikator keberhasilan atau Key Performance Indicator (KPI) maupun target sebagai masukan dalam menyusun Rencana strategis berikutnya (2018-2023). Pada misa pembukaan, Romo Agus S, Pr, juga mengingatkan tentang tantangan pendidikan, tujuan pendidikan nasional, dan empat  pilar pendidikan UNESCO, yakni: learn to know, learn to do, learn to be, dan learn to live together. (ysm)

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment